Materi Media Pembelajaran
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin mendorong upaya-upaya pembaharuan dalam pemanfaatan hasil-hasil teknologi dalam proses belajar mengajar.
Para guru dituntut agar mampu menggunakan alat-alat yang dapat disediakan oleh sekolah, dan tidak tertutup kemungkinan bahwa alat-alat tersebut sesuai dengan perkembangan dan tuntutan zaman. Guru sekurang-kurangnya dapat menggunakan alat yang murah dan bersahaja tetapi merupakan keharusan dalam upaya mencapai tujuan pengajaran yang diharapkan.Disamping mampu menggunakan alat-alat yang tersedia, guru juga dituntut untuk dapat mengembangkan alat-alat yang tersedia, guru juga dituntut untuk dapat mengembangkan keterampilan membuat media pengajaran yang akan digunakannya apabila media tersebut belum tersedia.
Media Pembelajaran diartikan segala sesuatu yang dapat dipergunakan
untuk merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemampuan atau
ketrampilan pebelajar sehingga dapat mendorong terjadinya proses
belajar.
Sedangkan menurut Briggs (1977) media pembelajaran adalah sarana
fisik untuk menyampaikan isi/materi pembelajaran seperti : buku, film,
video dan sebagainya. Kemudian menurut National Education
Associaton(1969) mengungkapkan bahwa media pembelajaran adalah sarana
komunikasi dalam bentuk cetak maupun pandang-dengar, termasuk teknologi
perangkat keras.
Pengertian media pembelajaran adalah segala alat pengajaran yang
digunakan untuk untuk membantu menyampaikan materi pelajaran dalam
proses belajar mengajar sehingga memudahkan pencapaian tujuan tujuan
pembelajaran yang sudah dirumuskan.
Untuk itu guru harus memiliki pengetahuan yang cukup tentang media pengajaran, yang meliputi (Hamalik, 1994 : 6)
• Media sebagai alat komunikasi guna lebih mengefektifkan proses belajar mengajar;
• Fungsi media dalam rangka mencapai tujuan pendidikan;
• Seluk-beluk proses belajar;
• Hubungan antara metode mengajar dan media pendidikan;
• Nilai atau manfaat media pendidikan dalam pengajaran;
• Pemilihan dan penggunaan media pendidikan
• Berbagai jenis alat dan teknik media pendidikan;
• Media pendidikan dalam setiap mata pelajaran;
• Usaha inovasi dalam media pendidikan.
• Fungsi media dalam rangka mencapai tujuan pendidikan;
• Seluk-beluk proses belajar;
• Hubungan antara metode mengajar dan media pendidikan;
• Nilai atau manfaat media pendidikan dalam pengajaran;
• Pemilihan dan penggunaan media pendidikan
• Berbagai jenis alat dan teknik media pendidikan;
• Media pendidikan dalam setiap mata pelajaran;
• Usaha inovasi dalam media pendidikan.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa media adalah bagian yang
tidak terpisahkan dari proses belajar mengajar demi tercapainya tujuan
pendidikan pada umumnya dan tujuan pembelajaran di sekolah pada
khususnya.
Kata media berasal dari bahasa Latin medius yang secara harfiah
berarti ‘tengah’, ‘perantara’ atau ‘pengantar’. Dalam bahasa Arab,
media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim kepada
penerima pesan.
Apabila media itu membawa pesan-pesan atau informasi yang bertujuan
instruksional atau mengandung maksud-maksud pengajaran maka media itu
disebut Media Pembelajaran.
B. Manfaat Media Dalam Pembelajaran
Dalam suatu proses belajar mengajar, dua unsur yang sangat penting
adalah metode mengajar dan media pengajaran. Kedua aspek ini saling
berkaitan. Pemilihan salah satu metode mengajar tertentu akan
mempengaruhi jenis media pengajaran yang sesuai, meskipun masih ada
berbagai aspek lain yang harus diperhatikan dalam memilih media, antara
lain tujuan pengajaran, jenis tugas dan respon yang diharapkan siswa
kuasai setelah pengajaran berlangsung, dan konteks pembelajaran termasuk
karakteristik siswa. Meskipun demikian, dapat dikatakan bahwa salah
satu fungsi utama media pengajaran adalah sebagai alat bantu mengajar
yang turut mempengaruhi iklim, kondisi, dan lingkungan belajar yang
ditata dan diciptakan oleh guru.
Hamalik (1986) mengemukakan bahwa pemakaian media pengajaran dalam
proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat yang
baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, dan bahkan
membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap siswa.
Secara umum, manfaat media dalam proses pembelajaran adalah
memperlancar interaksi antara guru dengan siswa sehingga pembelajaran
akan lebih efektif dan efisien. Tetapi secara lebh khusus ada beberapa
manfaat media yang lebih rinci Kemp dan Dayton (1985) misalnya,
mengidentifikasi beberapa manfaat media dalam pembelajaran yaitu :
1. Penyampaian materi pelajaran dapat diseragamkan
2. Proses pembelajaran menjadi lebih jelas dan menarik
3. Proses pembelajaran menjadi lebih interaktif
4. Efisiensi dalam waktu dan tenaga
5. Meningkatkan kualitas hasil belajar siswa
6. Media memungkinkan proses belajar dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja
7. Media dapat menumbuhkan sikap positif siswa terhadap materi dan proses belajar
8. Merubah peran guru ke arah yang lebih positif dan produktif.
2. Proses pembelajaran menjadi lebih jelas dan menarik
3. Proses pembelajaran menjadi lebih interaktif
4. Efisiensi dalam waktu dan tenaga
5. Meningkatkan kualitas hasil belajar siswa
6. Media memungkinkan proses belajar dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja
7. Media dapat menumbuhkan sikap positif siswa terhadap materi dan proses belajar
8. Merubah peran guru ke arah yang lebih positif dan produktif.
Selain beberapa manfaat media seperti yang dikemukakan oleh Kemp dan
Dayton tersebut, tentu saja kita masih dapat menemukan banyak
manfaat-manfaat praktis yang lain. Manfaat praktis media pembelajaran
di dalam proses belajar mengajar sebagai berikut :
1. Media pembelajaran dapat memperjelas penyajian pesan dan
informasi sehingga dapat memperlancar dan meningkatkan proses dan hasil
belajar
2. Media pembelajaran dapat meningkatkan dan mengarahkan perhatian
anak sehingga dapat menimbulkan motivasi belajar, interaksi yang lebih
langsung antara siswa dan lingkungannya, dan kemungkinan siswa untuk
belajar sendiri-sendiri sesuai dengan kemampuan dan minatnya
3. Media pembelajaran dapat mengatasi keterbatasan indera, ruang dan waktu
4. Media pembelajaran dapat memberikan kesamaan pengalaman kepada
siswa tentang peristiwa-peristiwa di lingkungan mereka, serta
memungkinkan terjadinya interaksi langsung dengan guru, masyarakat, dan
lingkungannya misalnya melalui karya wisata. Kunjungan-kunjungan ke
museum atau kebun binatang.
C. Jenis-Jenis Media Pembelajaran
Media Pembelajaran banyak sekali jenis dan macamnya. Mulai yang paling
kecil sederhana dan murah hingga media yang canggih dan mahal harganya.
Ada media yang dapat dibuat oleh guru sendiri, ada media yang
diproduksi pabrik. Ada media yang sudah tersedia di lingkungan yang
langsung dapat kita manfaatkan, ada pula media yang secara khusus
sengaja dirancang untuk keperluan pembelajaran
Meskipun media banyak ragamnya, namun kenyataannya tidak banyak jenis
media yang biasa digunakan oleh guru di sekolah. Beberapa media yang
paling akrab dan hampir semua sekolah memanfaatkan adalah media cetak
(buku). selain itu banyak juga sekolah yang telah memanfaatkan jenis
media lain gambar, model, dan Overhead Projector (OHP) dan obyek-obyek
nyata. Sedangkan media lain seperti kaset audio, video, VCD, slide
(film bingkai), program pembelajaran komputer masih jarang digunakan
meskipun sebenarnya sudah tidak asing lagi bagi sebagian besar guru.
Anderson (1976) mengelompokkan media menjadi 10 golongan sbb :
No
|
Golongan Media
|
Contoh dalam Pembelajaran
|
I
|
Audio
|
Kaset audio, siaran radio, CD, telepon
|
II
|
Cetak
|
Buku pelajaran, modul, brosur, leaflet, gambar
|
III
|
Audio-cetak
|
Kaset audio yang dilengkapi bahan tertulis
|
IV
|
Proyeksi visual diam
|
Overhead transparansi (OHT), Film bingkai (slide)
|
V
|
Proyeksi Audio visual diam
|
Film bingkai (slide) bersuara
|
VI
|
Visual gerak
|
Film bisu
|
VII
|
Audio Visual gerak, film gerak bersuara, video/VCD, televisi
|
|
VIII
|
Obyek fisik
|
Benda nyata, model, specimen
|
IX
|
Manusia dan lingkungan
|
Guru, Pustakawan, Laboran
|
X
|
Komputer
|
CAI (Pembelajaran berbantuan komputer), CBI (Pembelajaran berbasis komputer).[7]
|
D. Pemilihan Media Pembelajaran
Beberapa penyebab orang memilih media antara lain adalah : a.
bermaksud mendemosntrasikannya seperti halnya pada kuliah tentang
media; b. merasa sudah akrab dengan media tersebut, c. ingin memberi
gambaran atau penjelasan yang lebih kongkrit; dan d. merasa bahwa media
dapat berbuat lebih dari yang bisa dilakukannya. Jadi dasar
pertimbangan untuk memilih media sangatlah sederhana, yaitu memenuhi
kebutuhan atau mencapai tujuan yang diinginkan atau tidak. Mc. Connell
(1974) mengatakan bila media itu sesuai pakailah “If The Medium Fits,
Use It!” [8]Dari segi teori belajar, berbagai kondisi dan
prinsip-prinsip psikologi yang perlu mendapat pertimbangan dalam
pemilihan dan penggunaan media adalah sebagai berikut :
1. Motivasi
2. Perbedaan individual
3. Tujuan pembelajaran
4. Organisasi isi
5. Persiapan sebelum belajar
6. Emosi
7. Partisipasi Umpan balik
8. Penguatan (reinforcement)
9. Latihan dan pengulangan
10. Latihan dan pengulangan
11. Penerapan.
2. Perbedaan individual
3. Tujuan pembelajaran
4. Organisasi isi
5. Persiapan sebelum belajar
6. Emosi
7. Partisipasi Umpan balik
8. Penguatan (reinforcement)
9. Latihan dan pengulangan
10. Latihan dan pengulangan
11. Penerapan.
Jenis-Jenis Media Pembelajaran
Terdapat enam jenis dasar dari media pembelajaran menurut Heinich and Molenda (2005) (Dadang, 2009) yaitu:
1. Teks.
Merupakan elemen dasar bagi menyampaikan
suatu informasi yang mempunyai berbagai jenis dan
bentuk tulisan yang berupaya memberi daya tarik dalam penyampaian informasi.
2. Media Audio.bentuk tulisan yang berupaya memberi daya tarik dalam penyampaian informasi.
Membantu menyampaikan maklumat dengan
lebih berkesan. Membantu meningkatkan daya tarikan terhadap sesuatu
persembahan. Jenis audio termasuk suara latar, musik, atau rekaman suara
dan lainnya.
3. Media Visual
Media yang dapat memberikan
rangsangan-rangsangan visual seperti gambar/foto, sketsa, diagram,
bagan, grafik, kartun, poster,papan buletin dan lainnya.
4. Media Proyeksi Gerak.
Termasuk di dalamnya film gerak, film gelang, program TV, videokaset (CD, VCD, atau DVD).
5. Benda-bendaTiruan/miniatur
Seperti benda-benda tiga dimensi yang
dapat disentuh dan diraba oleh siswa. Media ini dibuat untuk mengatasi
keterbatasan baik obyek maupun situasi sehingga proses pembelajaran
tetap berjalan dengan baik.
6. Manusia.
Termasuk di dalamnya guru, siswa, atau pakar/ahli di bidang/materi tertentu.
Media-media yang Biasa digunakan dalam Proses Pembelajaran
Dalam buku Arief, dkk yang berjudul Media
Pendidikan (Arief Sadiman, dkk, 2009:28) disebutkan beberapa jenis
media yang lazim dipakai dalam proses pembelajaran, yaitu sebagai
berikut :
1. Media Visual
Seperti halnya media yang lain, media
visual berfungsi untuk menyalurkan pesan dari sumber ke penerima pesan.
Pesan yang akan disampaikan dituangkan ke dalam simbol-simbol visual.
Selain itu, fungsi media visual adalah untuk menarik perhatian,
memperjelas sajian ide, menggambarkan atau menghiasi fakta yang mungkin
akan cepat dilupakan jika tidak divisualkan. Beberapa media yang
termasuk media visual adalah:
a. Gambar atau foto
Kita sering menggunakan gambar atau foto
sebagai media pembelajaran karena gambar merupakan bahasa yang umum yang
dapat dimengerti dan dinikmati dimana saja oleh siapa saja. Manfaat
atau kelebihan gambar atau foto sebagai media pembelajaran adalah:
- Memberikan tampilan yang sifatnya konkrit.
- Gambar dapat mengatasi batasan ruang dan waktu.
- Gambar atau foto dapat mengatasi keterbatasan pengamatan kita.
- Dapat memperjelas suatu masalah, dalam bidang apa saja dan untuk tingkat usia berapa saja.
- Murah harganya dan mudah didapat serta digunakan tanpa memerlukan peralatan khusus.
Sketsa merupakan gambar yang merupakan
draft kasar yang menyajikan bagian-bagian pokoknya saja tanpa detail.
Sketsa selain dapat menarik perhatian peserta atau siswa juga dapat
menghindari verbalisme dan dapat memperjelas penyampaian pesan.
c. Diagram
Berfungsi sebagai penyederhana sesuatu
yang kompleks sehingga dapat memperjelas penyajian pesan. Isi diagram
pada umumnya berupa petunjuk-petunjuk. Sebagai suatu gambar sederhana
yang menggunakan garis dan simbol, diagram menggambarkan struktur dari
objeknya secara garis besar, menunjukkan hubungan yang ada antar
komponennya atau sifat-sifat proses yang ada.
Ciri-ciri dari sebuah diagram yang baik adalah:
- benar, digambar rapi, diberi judul, label dan penjelasan penjelasan yang perlu.
- cukup besar dan ditempatkan strategis penyusunannya disesuaikan dengan pola membaca yang umum, dari kiri ke kanan dan dari atas ke bawah.
d. Bagan/Chart
Terdapat dua jenis chart yaitu chart yang
menyajikan pesannya secara bertahap dan chart yang menyajikan pesannya
sekaligus. Chart yang menyajikan pesannya secara bertahap misalnya
adalah flipchart atau hidden chart, sementara bagan atau chart yang menyajikan pesannya secara langsung misalnya bagan pohon (tree chart), bagan alir (flow chart), atau bagan garis waktu (time line chart).
Bagan atau chart berfungsi untuk menyajikan ide-ide atau konsep-konsep
yang sulit jika hanya disampaikan secara tertulis atau lisan secara
visual. Bagan juga mampu memberikan ringkasan butir-butir penting dari
suatu presentasi. Dalam bagan biasanya kita menjumpai jenis media visual
lain seperti gambar, diagram, atau lambang-lambang verbal.
Ciri-ciri bagan sebagai media yang baik adalah:
- dapat dimengerti oleh pembaca.
- sederhana dan lugas tidak rumit atau berbelit-belit.
- diganti pada waktu-waktu tertentu agar selain tetap mengikuti. perkembangan jaman juga tidak kehilangan daya tarik.
e. Grafik
Disusun berdasarkan prinsip matematik dan
menggunakan data-data komparatif, grafik merupakan gambar sederhana
yang menggunakan titik-titik, garis atau simbol-simbol verbal yang
berfungsi untuk menggambarkan data kuantitatif secara teliti,
menerangkan perkembangan atau perbandingan sesuatu objek atau peristiwa
yang saling berhubungan secara singkat dan jelas. Dengan menggunakan
grafik kita dapat melakukan analisis dengan cepat, interpretasi dan
perbandingan data-data yang disajikan baik dalam hal ukuran, jumlah,
pertumbuhan dan arah. Terdapat beberapa macam grafik diantaranya adalah
grafik garis, grafik batang, grafik lingkaran, dan grafik gambar.
f. Kartun
Suatu gambar interpretatif yang
menggunakan simbol-simbol untuk menyampaikan suatu pesan secara cepat
dan ringkas atau suatu sikap terhadap orang, situasi atau
kejadian-kejadian tertentu. Kartun biasanya hanya menangkap esensi pesan
yang harus disampaikan dan menuangkannya ke dalam gambar sederhana
dengan menggunakan simbol-simbol serta karakter yang mudah dikenal dan
diingat serta dimengerti dengan cepat.
g. Poster
Poster dapat dibuat di atas kertas, kain,
batang kayu, seng dan sebagainya. Poster tidak saja penting untuk
menyampaikan pesan atau kesan tertentu akan tetapi mampu pula untuk
mempengaruhi dan memotivasi tingkah laku orang yang melihatnya.
Ciri-ciri poster yang baik adalah:
- Sederhana.
- menyajikan satu ide dan untuk mencapai satu tujuan pokok.
- Berwarna.
- slogan yang ringkas dan jitu.
- ulasannya jelas.
- motif dan desain bervariasi.
h. Peta dan Globe
Berfungsi untuk menyajikan data-data yang
berhubungan dengan lokasi suatu daerah baik berupa keadaan alam, hasil
bumi, hasil tambang atau lain sebagainya. Secara khusus petadan globe
dapat memberikan informasi tentang:
- keadaan permukaan bumi, daratan, sungai, gunung, lautan dan bentuk daratan serta perairan lainnya.
- tempat-tempat serta arah dan jarak dengan tempat yang lain.
- data-data budaya dan kemasyarakatan.
- data-data ekonomi, hasil pertanian, industri dan perdagangan.
i. Papan planel
Papan berlapis kain planel ini dapat
berisi gambar atau huruf yang dapat ditempel dan dilepas sesuai
kebutuhan, gambar atau huruf tadi dapat melekat pada kain planel karena
di bagian bawahnya dilapisi kertas amplas. Papan planel merupakan media
visual yang efektif dan mudah untuk menyampaikan pesan-pesan tertentu
kepada sasaran tertentu pula.
j. Papan Buletin.
Papan ini tidak dilapisi oleh kain
planel, tetapi langsung ditempeli gambar atau tulisan. Papan ini
berfungsi untuk memberitahukan kejadian dalam waktu tertentu. Media
visual lainnya seperti gambar, poster, sketsa atau diagram dapat dipakai
sebagai bahan pembuatan papan buletin .
2. Media Audio
Media audio adalah jenis media yang
berhubungan dengan indera pendengaran. Pesan yang akan disampaikan
dituangkan ke dalam lambang-lambang uaditif. Beberapa jenis media yang
dapat digolongkan ke dalam media audio adalah sebagai berikut:
a. Radio
Media ini dapat merangsang partisipasi
aktif dari pendengar. Siaran radio sangat cocok untuk mengajarkan musik
dan bahasa. Bahkan radio juga dapat digunakan sebagai pemberi petunjuk
mengenai apa yang harus dilakukan oleh guru atau siswa dalam
pembelajaran.
b. Alat perekam magnetik
Alat perekam magnetik atau tape recorder
adalah salah satu media yang memiliki peranan yang sangat penting dalam
penyampaian keakuratan sebuah informasi. Melalui media ini kita dapat
merekam audio, mengulangnya dan menghapusnya. Selain itu pita rekaman
dapat diputar berulang-ulang tanpamempengaruhi volume, sehingga dapat
menimbulkan berbagai kegiatan diskusi atau dramatisasi.
3. Media Proyeksi Diam
Beberapa media yang termasuk kedalam media proyeksi diam diantaranya adalah:
a. Film Bingkai
Film bingkai adalah suatu film positif
baik hitam putih ataupun berwarna yang berukuran 35 mm, dan umumnya
dibingkai dengan ukuran 2 x 2 inchi. Untuk melihatnya perlu ditayangkan
dengan proyektor slide. Beberapa keuntungan penggunaan film bingkai
sebagai media pembelajaran adalah:
- materi pelajaran yang sama dapat disebarkan kepada seluruh siswa secara serentak.
- Perhatian siswa dapat dipusatkan pada satu persoalan,sehingga dapat menghasilkan keseragaman pengamatan.
- Fungsi berfikir siswa dirangsang dan dikembangkan secara bebas
- Penyimpanannya mudah dan praktis.
- Film bingkai dapat mengatasi keterbatasan ruang waktu dan indera.
- Program dapat dibuat dalam waktu singkat tergantung kebutuhan dan perencanaan.
Film rangkai hampir sama dengan film
bingkai, bedanya pada film rangkai frame atau gambar tidak memerlukan
bingkai dan merupakan rangkaian berurutan dari sebuah film atau gambar
tertentu. Jumlah gambar pada 1 rol film rangkai adalah sekitar 50 sampai
dengan 75 gambar dengan panjang kurang lebih 100 sampai dengan 130 cm
tergantung pada isi film itu. Film rangkai dapat mempersatukan berbagai
media pembelajaran yang berbeda dalam satu rangkai sehingga cocok untuk
mengajarkan keterampilan, penyimpanannya mudah serta dapat digunakan
untuk bahan belajar kelompok atau individu
c. OHT
Over Head Transparancy (OHT) adalah media visual proyeksi,dibuat di atas bahan transparan, biasanya film acetate atau plastik berukuran 8,5 x 11 inchi. Media ini memerlukan alat khusus untuk memproyeksikannya yang dikenal dengan sebutan Over Head Projector (OHP). Beberapa keuntungan penggunaan OHT sebagai media pembelajaran diantaranya adalah:
- gambar yang diproyeksikan lebih jelas bila dibandingkan jika digambarkan di papan tulis.
- ruangan tidak perlu digelapkan.
- sambil mengajar, guru dapat berhadapan dengan siswa.
- mudah dioperasikan sehingga tidak memerlukan bantuan operator.
- menghemat tenaga dan waktu karena dapat dipakai berulang-ulang.
- praktis dapat digunakan untuk semua ukuran kelas atau ruangan.
Projektor yang tak tembus pandang, karena
yang diproyeksikan bukan bahan transparan tetapi bahan-bahan yang tidak
tembus pandang (opaque). Kelebihan media ini sebagai media
pembelajaran adalah bahwa bahan cetak pada buku, majalah, oto, grafis,
bagan atau diagram dapat diproyeksikan secara langsung tanpa dipindahkan
ke permukaan transparansi terlebih dahulu. Kelebihan projektor tak
tembus pandang adalah:
- dapat digunakan untuk hampir semua bidang studi yang ada di kurikulum.
- dapat memperbesar benda kecil menjadi sebesar papan sehingga bahan yang semula hanya untuk individu menjadi untuk seluruh kelas.
Mikrofis adalah lembaran film transparan
yang terdiri atas lambang-lambang visual yang diperkecil sedemikian
sehingga tidak dapat dibaca dengan mata telanjang. Keuntungan dari media
ini adalah sebagai berikut:
- mudah diduplikasi dengan biaya relatif murah.
- dapat diproyeksikan ke layar lebar.
- karena dalam bentuk lembaran, ringkas, hemat tempat dan praktis untuk dikirim.
- memudahkan identifikasi informasi kepustakaan karena letaknya berada di bagian atas lembaran.
Beberapa jenis media yang masuk dalam kelompok ini adalah:
a. Film gerak
Film gerak merupakan sebuah media
pembelajaran yang sangat menarik karena mampu mengungkapkan keindahan
dan fakta bergerak dengan efek suara, gambar dan gerak, film juga dapat
diputar berulang-ulang sesuai dengan kebutuhan. Selain itu,beberapa
keunggulan film sebagai media pembelajaran adalah:
- keterampilan membaca atau menguasai penguasaan bahasa yang kurang bisa diatasi dengan menggunakan film.
- sangat tepat untuk menerangkan suatu proses.
- dapat menyajikan teori ataupun praktek dari yang bersifat umum ke yang bersifat khusus ataupun sebaliknya.
- film dapat mendatangkan seorang yang ahli dan memperdengarkan suaranya di depan kelas.
- film dapat lebih realistis, hal-hal yang abstrak dapat terlihat menjadi lebih jelas.
- film juga apat merangsang motivasi kegiatan siswa.
b. Film gelang
Film gelang atau film loop adalah jenis
media yang terdiri atas film berukuran 8 mm dan 16 mm yang
ujung-ujungnya saling bersambungan sehingga film ini akan berulang terus
menerus jika tidak dimatikan. Kelebihan penggunaan media ini sebagai
media pembelajaran adalah:
- ruangan tidak perlu digelapkan.
- dapat berputar terus berulang-ulang sehingga pengertian.
- yang kabur menjadi jelas.
- mudah diintegrasikan ke dalam pelajaran dan dipakai bersama dengan media lain.
- siswa juga dapat menggunakannya sendiri karena sederhana.
- film dapat dihentikan kapan saja untuk diselingi oleh penjelasan atau diskusi.
c. Program TV
Televisi merupakan media menarik dan
modern karena merupakan bagian dari kebutuhan hidupnya. Televisi dapat
menjadi sebuah media pembelajaran yang menarik dalam menyampaikan
pesan-pesan pembelajaran secara audio visual dengan disertai unsur
gerak.
d. Video
Pesan yang disajikan dalam media video
dapat berupa fakta maupun fiktif, dapat bersifat informatif, edukatif
maupun instruksional. Beberapa kelebihan penggunaan media video dalam
pembelajaran adalah:
- dengan alat perekam video sejumlah besar penonton dapat memperoleh informasi dari para ahli.
- demonstrasi yang sulit dapat dipersiapkan dan direkam sebelumnya, sehingga pada waktu mengajar seorang guru dapat memusatkan perhatian pada penyajiannya.
- menghemat waktu karena rekaman dapat diputar ulang.
- dapat mengamati lebih dekat dengan objek yang berbahaya ataupun objek yang sedang bergerak.
- ruangan tidak perlu digelapkan pada saat penyajian
Vaughan (2004) menjelaskan bahwa
multimedia adalah sembarang kombinasi yang terdiri atas teks, seni
grafik, bunyi, animasi dan video yang diterima oleh pengguna melalui
komputer. Sejalan dengan hal di atas, Heinich et al (2005) multimedia
merupakan penggabungan atau pengintegrasian dua atau lebih format media
yang berpadu seperti teks, grafik, animasi, dan video untuk membentuk
aturan informasi ke dalam sistem komputer. Namun kelemahan dari media
ini adalah harus didukung oleh peralatan memadai seperti LCD projektor
dan adanya aliran listrik.
Keuntungan penggunaan multimedia dalam
pembelajaran diantaranya dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam
memahami suatu konsep abstrak dengan lebih mudah, selain itu juga
penggunaan media komputer dalam bentuk multimedia dapat memberikan kesan
yang positif kepada guru karena dapat membantu guru menjelaskan isi
pelajaran kepada pelajar,menghemat waktu dan meningkatkan motivasi siswa
dalam belajar.
6. Benda
Benda-benda yang ada disekitar dapat
digunakan pula sebagai media pembelajaran, baik benda asli maupun benda
tiruan atau miniatur. Benda-benda ini dapat membantu proses pembelajaran
dengan baik terutama jika metode yang digunakan adalah metode
demonstrasi atau praktek lapangan.
MODEL-MODEL PEMBELAJARAN ABAD XXI
APA DAN MENGAPA PEMBELAJARAN ABAD XXI
Apa dan mengapa pembelajaran abad 21 perlu menjadi referensi para
guru sebagai pendidik professional yang kesehariannya bergelut dengan
upaya memfasilitasi pembelajaran yang terbaik bagi peserta didik.
Pembelajaran merupakan upaya memfasilitasi peserta didik untuk mengalami
proses belajar sehingga peserta didik dapat mencapai tujuan pembelajaran.
Pembelajaran abad 21 adalah upaya memfasilitasi peserta didik di abad
21 untuk mengalami pengalaman belajar terbaik sehingga mereka dapat
mencapai tujuan pembelajaran secara efektif. Makna abad 21 melekat
dengan kondisi peserta didik di abad ini. Pada hakikatnya proses pendidikan diadakan untuk memfasilitasi anak
mencapai tujuan tertentu. Diantara tujuan yang ingin dicapai adalah
perkembangan pribadi anak dan kompetensi yang disyaratkan. Dalam
penyelenggaraan pendidikan nasional, tujuan pendidikan nasional diatur
dalam UU sistem pendidikan nasional No. 20 tahun 2003 Bab II Pasal 3,
yaitu:…bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi
manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak
mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara
yang demokratis serta bertanggung jawab.
Tujuan pendidikan di atas (UUSPN No. 20/2003) mengarah pada
pertumbuhan pribadi anak. Tujuan pendidikan ini merupakan tujuan jangka
panjang, sedangkan tujuan jangka pendek tertuang dalam standar
kompetensi lulusan untuk masing-masing jenjang pendidikan. Keberadaan tujuan-tujuan pendidikan tidak lepas dari kepentingan
anak. Anak menjadi fokus utama penyelenggaraan pendidikan. Demikian
halnya dengan tujuan pendidikan nasional. Tujuan pendidikan nasional ini
bertumpu pada perkembangan pribadi anak sehingga anak mampu hidup dalam
dunianya di masa depan. Hal ini menunjukkan bahwa tujuan pendidikan
selalu dikaitkan dengan keberadaan anak dalam proses pendidikan dan masa
depannya.
Pendidikan di zaman Belanda, kemerdeakaan, dan saat ini memiliki
karakteristik yang khas sesuai dengan konteks yang ada pada saat itu.
Demikian halnya pendidikan abad 21 itu memiliki karakteristik yang khas
dan berbeda dengan abad sebelumnya. Apa yang membedakannya? Misal Tony
Wagner dalam bukunya The Global Achievement Gap (2000) menyebutkan tujuh
keterampilan yang harus dimiliki oleh para peserta didik di abad 21,
yaitu:
1. Critical Thinking and Problem Solving
2. Collaboration across Networks and Leading by Influence
3. Agility and Adaptability
4. Initiative and Entrepreneurialism
5. Effective Oral and Written Communication
6. Accessing and Analyzing Information
7. Curiosity and Imagination
1. Critical Thinking and Problem Solving
2. Collaboration across Networks and Leading by Influence
3. Agility and Adaptability
4. Initiative and Entrepreneurialism
5. Effective Oral and Written Communication
6. Accessing and Analyzing Information
7. Curiosity and Imagination
Keterampilan-keterampilan ini dinilai penting untuk dikuasai oleh
anak untuk dapat hidup lebih baik di abad 21. Keterampilan ini dikaitkan
dengan kondisi IPTEK, lingkungan (geografis, sosial, budaya, ekonomi),
dan semakin ketatnya persaingan antar orang sedunia. Berdasarkan
keterampilan yang harus dimiliki anak, pendidikan diarahkan supaya
peserta didik dapat menguasai berbagai keterampilan yang dibutuhkan
tersebut. Dengan demikian dapat dipahami bahwa pendidikan
diselenggarakan supaya peserta didik mampu hidup di masa depan.
Jadi dapat disimpulkan bahwa mengapa pendidikan abad 21 ini penting
bagi pendidikan di Indonesia saat ini, karena pendidikan diselenggarakan
untuk memfasilitasi anak supaya mereka dapat hidup lebih baik di masa
yang akan dating, baik dari sisi sosial, budaya, ekonomi, maupun dari
sisi lingkungan hidup. Jika peserta didik dididik dengan situasi dan
kondisi masa lalu, maka anak akan sangat bingung untuk menghadapi
lingkungannya di masa depan.
MODEL PEMBELAJARAN UNTUK ABAD XXI
Model pembelajaran secara sederhana diartikan cara atau teknik
memfasilitasi anak untuk belajar yang terbaik. Cara/teknik yang
digunakan oleh seorang guru bergantung pada: 1) karakteristik peserta
didik, 2) karakteristik kompetensi yang harus dikuasai oleh peserta
didik, 3) daya dukung lingkungan belajar, termasuk ke dalam daya dukung
adalah kemampuan guru dalam memfasilitasi pembelajaran anak. Model
pembelajaran abad 21 merupakan cara/teknik yang digunakan guru untuk
memfasilitasi pengaman belajar terbaik anak sesuai dengan kondisi anak,
lingkungan belajar anak, dan daya dukung yang dimiliki. Untuk itu kita
harus menguraikan apa yang menjadi karakteristik pembelajar abad 21 ini.
Pengkategorian karakteristik lainnya dikembangkan oleh http://www.education.alberta.ca
yang mengidentifikasi karakteristik pembelajar abad 21 adalah: 1)
sangat nyaman dengan globalisasi dan pengaruhnya terhadap bagaimana kita
bekerja dan bersosialisasi. Mereka menampakkan sikap yang lebih santai
dan terbuka terhadap lingkungan sosial yang dinamis di sekitarnya. 2)
cenderung menunjukkan penerimaan dan toleransi yang tinggi terhadap
orang lain. Mereka juga mengharapkan hal yang sama berupa keterbukaan,
pilihan-pilihan, fleksibilitas baik di sekolah maupun di dunia kerja. 3)
memiliki harapan yang tinggi terhadap relevansi dan makna kerja mereka.
4) memiliki hubungan yang erat dengan internet. 5) memiliki
keterampilan belajar abad 21, yaitu: literasi dalam teknologi informasi
dan komunikasi, kemampuan untuk berpikir dan memecahkan masalah,
keterampilan interpersonal dan mengarahkan diri, kepedulian global,
finansial, ekonomi, bisnis, dan melek kewarganegaraan. Dan 6) yang
paling penting adalah bagaimana menjaga keberlanjutan belajar dalam
kehidupan mereka Karakteristik pembelajar abad 21 ini menjadi penting untuk diketahui
oleh para guru dan orang tua supaya dapat mengetahu bagaimana
cara/teknik memfasilitasi pembelajarannya.
Cara/teknik pembelajaran yang digunakan untuk memfasilitasi pembelajaran abad 21 ini meliputi:
1) pembelajaran yang berpusat pada peserta didik,
2) multi interaksi dalam proses pendidikan,
3) lingkungan belajar yang lebih luas,
4) peserta didik aktif menyelidiki dalam proses belajar,
5) apa yang dipelajari kontekstual dengan anak,
6) pembelajaran berbasis tim,
7) objek yang dipelajari relevan dengan kebutuhan anak,
8) semua indera anak didayagunakan dalam proses belajar,
9) menggunakan multimedia (khususnya ICT),
10) hubungan guru dengan siswa adalah kerjasama untuk belajar bersama,
11) peserta didik belajar sesuai dengan kebutuhan individual, sehingga layanan pembelajaran lebih individual juga,
12) kesadaran jamak (bukan individual),
13) multi displin,
14) otonomi dan kepercayaan,
15) mengembangkan pemikiran kreatif dan kritis,
16) guru dan siswa sama-sama saling belajar.
(Sumber: dikembangkan dari “Paradigma Pendidikan Abad 21”, BSNP, 2010).
1) pembelajaran yang berpusat pada peserta didik,
2) multi interaksi dalam proses pendidikan,
3) lingkungan belajar yang lebih luas,
4) peserta didik aktif menyelidiki dalam proses belajar,
5) apa yang dipelajari kontekstual dengan anak,
6) pembelajaran berbasis tim,
7) objek yang dipelajari relevan dengan kebutuhan anak,
8) semua indera anak didayagunakan dalam proses belajar,
9) menggunakan multimedia (khususnya ICT),
10) hubungan guru dengan siswa adalah kerjasama untuk belajar bersama,
11) peserta didik belajar sesuai dengan kebutuhan individual, sehingga layanan pembelajaran lebih individual juga,
12) kesadaran jamak (bukan individual),
13) multi displin,
14) otonomi dan kepercayaan,
15) mengembangkan pemikiran kreatif dan kritis,
16) guru dan siswa sama-sama saling belajar.
(Sumber: dikembangkan dari “Paradigma Pendidikan Abad 21”, BSNP, 2010).
Joyce, Weil, & Calhoun (2009-Edisi kedelapan) dalam bukunya Model
of Teaching mengemukakan empat kelompok model pengajaran, yaitu
kelompok: 1) model yang memproses informasi, 2) model interaksi sosial,
3) model pengajaran personal, 4) model sistem-sistem perilaku.
Referensi :
Ardiansyah, Rifky.Pemanfaatan Media Pembelajaran. [online]. Tersedia :
Cleophas, Frans. (2011). Penggunaan Media Pembelajaran Yang Tepat Dapat
Menunjang Keberhasilan Dalam Proses Pembelajaran. [Online]. Tersedia :http://kursusinggris.wordpress.com/2011/01/19/penggunaan-media-pembelajaran-yang-tepat-dapat-menunjang-keberhasilan-dalam-proses-pembelajaran/(10 Mei 2019)
Hamalik, Oemar. (2007). Manajemen Pelatihan Ketenagakerjaan: Pendekatan
Terpadu Pengembangan Sumber Daya Manusia. Jakarta: Bumi Aksara.
Kuswanto, Goto. (2012). Pemanfaatan Media Pembelajaran untuk Meningkatkan
Efektivitas Diklat oleh Widyaiswara. [Online]. Tersedia: http://diklatbanyumas.blogspot.com/2012/03/pemanfaatan-media-pembelajaran-untuk.html [10 Mei 2019].
Sadiman, Arief S. (dkk). (2009). Media Pendidikan : Pengertian, Pegembangan dan Pemanfaatannya. Jakarta : Raja Grafindo Persada.
Supriatna, Dadang. (2009). Pengenalan Media Pembelajaran. Pusat Pengembangan Dan Pemberdayaan Pendidik DanTenaga Kependidikan Taman Kanak KanakDan Pendidikan Luar Biasa.
. (2012). Pengertian Media Pembelajaran. [Online]. Tersedia: http://belajarpsikologi.com/pengertian-media-pembelajaran/ [10 Mei 2019].

Comments
Post a Comment