Materi Media Pembelajaran

Gambar terkait

A. Pengertian Media Pembelajaran

          Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin mendorong upaya-upaya pembaharuan dalam pemanfaatan hasil-hasil teknologi dalam proses belajar mengajar.
Para guru dituntut agar mampu menggunakan alat-alat yang dapat disediakan oleh sekolah, dan tidak tertutup kemungkinan bahwa alat-alat tersebut sesuai dengan perkembangan dan tuntutan zaman. Guru sekurang-kurangnya dapat menggunakan alat yang murah dan bersahaja tetapi merupakan keharusan dalam upaya mencapai tujuan pengajaran yang diharapkan.Disamping mampu menggunakan alat-alat yang tersedia, guru juga dituntut untuk dapat mengembangkan alat-alat yang tersedia, guru juga dituntut untuk dapat mengembangkan keterampilan membuat media pengajaran yang akan digunakannya apabila media tersebut belum tersedia.
                   Media Pembelajaran diartikan segala sesuatu yang dapat dipergunakan untuk merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemampuan atau ketrampilan pebelajar  sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar.
Sedangkan menurut Briggs (1977) media pembelajaran adalah sarana fisik untuk menyampaikan isi/materi pembelajaran seperti : buku, film, video dan sebagainya. Kemudian menurut National Education Associaton(1969) mengungkapkan bahwa media pembelajaran adalah sarana komunikasi dalam bentuk cetak maupun pandang-dengar, termasuk teknologi perangkat keras.
Pengertian media pembelajaran adalah segala alat pengajaran yang digunakan untuk untuk membantu menyampaikan materi pelajaran dalam proses belajar mengajar sehingga memudahkan pencapaian tujuan tujuan pembelajaran yang sudah dirumuskan.
Untuk itu guru harus memiliki pengetahuan yang cukup tentang media pengajaran, yang meliputi (Hamalik, 1994 : 6)
•    Media sebagai alat komunikasi guna lebih mengefektifkan proses belajar mengajar;
•    Fungsi media dalam rangka mencapai tujuan pendidikan;
•    Seluk-beluk proses belajar;
•    Hubungan antara metode mengajar dan media pendidikan;
•    Nilai atau manfaat media pendidikan dalam pengajaran;
•    Pemilihan dan penggunaan media pendidikan
•    Berbagai jenis alat dan teknik media pendidikan;
•    Media pendidikan dalam setiap mata pelajaran;
•    Usaha inovasi dalam media pendidikan.
              Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa media adalah bagian yang tidak terpisahkan dari proses belajar mengajar demi tercapainya tujuan pendidikan pada umumnya dan tujuan pembelajaran di sekolah pada khususnya.
Kata media berasal dari bahasa Latin medius yang secara harfiah berarti ‘tengah’, ‘perantara’ atau ‘pengantar’.  Dalam bahasa Arab, media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan.
Apabila media itu membawa pesan-pesan atau informasi yang bertujuan instruksional atau mengandung maksud-maksud pengajaran maka media itu disebut Media Pembelajaran.

B.   Manfaat Media Dalam Pembelajaran 
               Dalam suatu proses belajar mengajar, dua unsur yang sangat penting adalah metode mengajar dan media pengajaran.  Kedua aspek ini saling berkaitan. Pemilihan salah satu metode mengajar tertentu akan mempengaruhi jenis media pengajaran yang sesuai, meskipun masih ada berbagai aspek lain yang harus diperhatikan dalam memilih media, antara lain tujuan pengajaran, jenis tugas dan respon yang diharapkan siswa kuasai setelah pengajaran berlangsung, dan konteks pembelajaran termasuk karakteristik siswa.  Meskipun demikian, dapat dikatakan bahwa salah satu fungsi utama media pengajaran adalah sebagai alat bantu mengajar yang turut mempengaruhi iklim, kondisi, dan lingkungan belajar yang ditata dan diciptakan oleh guru.
Hamalik (1986) mengemukakan bahwa pemakaian media pengajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap siswa.
Secara umum, manfaat media dalam proses pembelajaran adalah memperlancar interaksi antara guru dengan siswa sehingga pembelajaran akan lebih efektif dan efisien.  Tetapi secara lebh khusus ada beberapa manfaat media yang lebih rinci Kemp dan Dayton (1985) misalnya, mengidentifikasi beberapa manfaat media dalam pembelajaran yaitu :
1.    Penyampaian materi pelajaran dapat diseragamkan
2.    Proses pembelajaran menjadi lebih jelas dan menarik
3.    Proses pembelajaran menjadi lebih interaktif
4.    Efisiensi dalam waktu dan tenaga
5.    Meningkatkan kualitas hasil belajar siswa
6.    Media memungkinkan proses belajar dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja
7.    Media dapat menumbuhkan sikap positif siswa terhadap materi dan proses belajar
8.    Merubah peran guru ke arah yang lebih positif dan produktif.
Selain beberapa manfaat media seperti yang dikemukakan oleh Kemp dan Dayton tersebut, tentu saja kita masih dapat menemukan banyak manfaat-manfaat praktis yang lain.  Manfaat praktis media pembelajaran di dalam proses belajar mengajar sebagai berikut :
1. Media pembelajaran dapat memperjelas penyajian pesan dan informasi sehingga dapat memperlancar dan meningkatkan proses dan hasil belajar
2. Media pembelajaran dapat meningkatkan dan mengarahkan perhatian anak sehingga dapat menimbulkan motivasi belajar, interaksi yang lebih langsung antara siswa dan lingkungannya, dan kemungkinan siswa untuk belajar sendiri-sendiri sesuai dengan kemampuan dan minatnya
3.  Media pembelajaran dapat mengatasi keterbatasan indera, ruang dan waktu
4. Media pembelajaran dapat memberikan kesamaan pengalaman kepada siswa tentang peristiwa-peristiwa di lingkungan mereka, serta memungkinkan terjadinya interaksi langsung dengan guru, masyarakat, dan lingkungannya misalnya melalui karya wisata.  Kunjungan-kunjungan ke museum atau kebun binatang.

C.   Jenis-Jenis Media Pembelajaran
                Media Pembelajaran banyak sekali jenis dan macamnya.  Mulai yang paling kecil sederhana dan murah hingga media yang canggih dan mahal harganya.  Ada media yang dapat dibuat oleh guru sendiri, ada media yang diproduksi pabrik.  Ada media yang sudah tersedia di lingkungan yang langsung dapat kita manfaatkan, ada pula media yang secara khusus sengaja dirancang untuk keperluan pembelajaran
Meskipun media banyak ragamnya, namun kenyataannya tidak banyak jenis media yang biasa digunakan oleh guru di sekolah.  Beberapa media yang paling akrab dan hampir semua sekolah memanfaatkan adalah media cetak (buku).  selain itu banyak juga sekolah yang telah memanfaatkan jenis media lain gambar, model, dan Overhead Projector (OHP) dan obyek-obyek nyata.  Sedangkan media lain seperti kaset audio, video, VCD, slide (film bingkai), program pembelajaran komputer masih jarang digunakan meskipun sebenarnya sudah tidak asing lagi bagi sebagian besar guru.
Anderson (1976) mengelompokkan media menjadi 10 golongan sbb :
No
Golongan Media
Contoh dalam Pembelajaran
I
Audio
Kaset audio, siaran radio, CD, telepon
II
Cetak
Buku pelajaran, modul, brosur, leaflet, gambar
III
Audio-cetak
Kaset audio yang dilengkapi bahan tertulis
IV
Proyeksi visual diam
Overhead transparansi (OHT), Film bingkai (slide)
V
Proyeksi Audio visual diam
Film bingkai (slide) bersuara
VI
Visual gerak
Film bisu
VII

Audio Visual gerak, film gerak bersuara, video/VCD, televisi
VIII
Obyek fisik
Benda nyata, model, specimen
IX
Manusia dan lingkungan
Guru, Pustakawan, Laboran
X
Komputer
CAI (Pembelajaran berbantuan komputer), CBI (Pembelajaran berbasis komputer).[7]
      
      D.   Pemilihan Media Pembelajaran
         Beberapa penyebab orang memilih media antara lain adalah : a. bermaksud mendemosntrasikannya seperti halnya pada kuliah tentang media;  b. merasa sudah akrab dengan media tersebut, c. ingin memberi gambaran atau penjelasan yang lebih kongkrit; dan d.  merasa bahwa media dapat berbuat lebih dari yang bisa dilakukannya.  Jadi dasar pertimbangan untuk memilih media sangatlah sederhana, yaitu memenuhi kebutuhan atau mencapai tujuan yang diinginkan atau tidak.  Mc. Connell (1974) mengatakan bila media itu sesuai pakailah “If The Medium Fits, Use It!” [8]Dari segi teori belajar, berbagai kondisi dan prinsip-prinsip psikologi yang perlu mendapat pertimbangan dalam pemilihan dan penggunaan media adalah sebagai berikut :
     1.    Motivasi
     2.    Perbedaan individual
     3.    Tujuan pembelajaran
     4.    Organisasi isi
     5.    Persiapan sebelum belajar
     6.    Emosi
     7.    Partisipasi Umpan balik
     8.    Penguatan (reinforcement)
     9.    Latihan dan pengulangan
   10.  Latihan dan pengulangan
   11.  Penerapan.  

    Jenis-Jenis Media Pembelajaran
   Terdapat enam jenis dasar dari media pembelajaran menurut Heinich and Molenda (2005) (Dadang, 2009) yaitu:
   1. Teks.
       Merupakan elemen dasar bagi menyampaikan suatu informasi yang mempunyai berbagai jenis dan
       bentuk tulisan yang berupaya memberi daya tarik dalam penyampaian informasi.
   2. Media Audio.
      Membantu menyampaikan maklumat dengan lebih berkesan. Membantu meningkatkan daya tarikan  terhadap sesuatu persembahan. Jenis audio termasuk suara latar, musik, atau rekaman suara dan lainnya.
   3. Media Visual
      Media yang dapat memberikan rangsangan-rangsangan visual seperti gambar/foto, sketsa, diagram, bagan, grafik, kartun, poster,papan buletin dan lainnya.  
   4. Media Proyeksi Gerak.
       Termasuk di dalamnya film gerak, film gelang, program TV, videokaset (CD, VCD, atau DVD).
   5. Benda-bendaTiruan/miniatur
       Seperti benda-benda tiga dimensi yang dapat disentuh dan diraba oleh siswa. Media ini dibuat untuk mengatasi keterbatasan baik obyek maupun situasi sehingga proses pembelajaran tetap berjalan dengan baik.
   6. Manusia.
       Termasuk di dalamnya guru, siswa, atau pakar/ahli di bidang/materi tertentu.

     Media-media yang Biasa digunakan dalam Proses Pembelajaran

     Dalam buku Arief, dkk yang berjudul Media Pendidikan (Arief Sadiman, dkk, 2009:28) disebutkan beberapa jenis media yang lazim dipakai dalam proses pembelajaran, yaitu sebagai berikut   :
      1. Media Visual
               Seperti halnya media yang lain, media visual berfungsi untuk menyalurkan pesan dari sumber ke penerima pesan. Pesan yang akan disampaikan dituangkan ke dalam simbol-simbol visual. Selain itu, fungsi media visual adalah untuk menarik perhatian, memperjelas sajian ide, menggambarkan atau menghiasi fakta yang mungkin akan cepat dilupakan jika tidak divisualkan. Beberapa media yang termasuk media visual adalah:
                 a. Gambar atau foto
               Kita sering menggunakan gambar atau foto sebagai media pembelajaran karena gambar merupakan bahasa yang umum yang dapat dimengerti dan dinikmati dimana saja oleh siapa saja. Manfaat atau kelebihan gambar atau foto sebagai media pembelajaran adalah:
  •      Memberikan tampilan yang sifatnya konkrit.
  •      Gambar dapat mengatasi batasan ruang dan waktu.
  •      Gambar atau foto dapat mengatasi keterbatasan pengamatan kita.
  •      Dapat memperjelas suatu masalah, dalam bidang apa saja dan untuk tingkat usia berapa saja.   
  •      Murah harganya dan mudah didapat serta digunakan tanpa memerlukan peralatan khusus.
                b. Sketsa
             Sketsa merupakan gambar yang merupakan draft kasar yang menyajikan bagian-bagian pokoknya saja tanpa detail. Sketsa selain dapat menarik perhatian peserta atau siswa juga dapat menghindari verbalisme dan dapat memperjelas penyampaian pesan.
               c. Diagram
                Berfungsi sebagai penyederhana sesuatu yang kompleks sehingga dapat memperjelas penyajian pesan. Isi diagram pada umumnya berupa petunjuk-petunjuk. Sebagai suatu gambar sederhana yang menggunakan garis dan simbol, diagram menggambarkan struktur dari objeknya secara garis besar, menunjukkan hubungan yang ada antar komponennya atau sifat-sifat proses yang ada.
      Ciri-ciri dari sebuah diagram yang baik adalah:
  •      benar, digambar rapi, diberi judul, label dan penjelasan penjelasan yang perlu.
  •      cukup besar dan ditempatkan strategis penyusunannya disesuaikan dengan pola membaca yang umum, dari kiri ke kanan dan dari atas ke bawah.
               d. Bagan/Chart
                  Terdapat dua jenis chart yaitu chart yang menyajikan pesannya secara bertahap dan chart yang menyajikan pesannya sekaligus. Chart yang menyajikan pesannya secara bertahap misalnya adalah flipchart atau hidden chart, sementara bagan atau chart yang menyajikan pesannya secara langsung misalnya bagan pohon (tree chart), bagan alir (flow chart), atau bagan garis waktu (time line chart). Bagan atau chart berfungsi untuk menyajikan ide-ide atau konsep-konsep yang sulit jika hanya disampaikan secara tertulis atau lisan secara visual. Bagan juga mampu memberikan ringkasan butir-butir penting dari suatu presentasi. Dalam bagan biasanya kita menjumpai jenis media visual lain seperti gambar, diagram, atau lambang-lambang verbal.
      Ciri-ciri bagan sebagai media yang baik adalah:
  •      dapat dimengerti oleh pembaca.
  •      sederhana dan lugas tidak rumit atau berbelit-belit.
  •      diganti pada waktu-waktu tertentu agar selain tetap mengikuti. perkembangan jaman juga tidak kehilangan daya tarik.
              e. Grafik
            Disusun berdasarkan prinsip matematik dan menggunakan data-data komparatif, grafik merupakan gambar sederhana yang menggunakan titik-titik, garis atau simbol-simbol verbal yang berfungsi untuk menggambarkan data kuantitatif secara teliti, menerangkan perkembangan atau perbandingan sesuatu objek atau peristiwa yang saling berhubungan secara singkat dan jelas. Dengan menggunakan grafik kita dapat melakukan analisis dengan cepat, interpretasi dan perbandingan data-data yang disajikan baik dalam hal ukuran, jumlah, pertumbuhan dan arah. Terdapat beberapa macam grafik diantaranya adalah grafik garis, grafik batang, grafik lingkaran, dan grafik gambar.
             f. Kartun
               Suatu gambar interpretatif yang menggunakan simbol-simbol untuk menyampaikan suatu pesan secara cepat dan ringkas atau suatu sikap terhadap orang, situasi atau kejadian-kejadian tertentu. Kartun biasanya hanya menangkap esensi pesan yang harus disampaikan dan menuangkannya ke dalam gambar sederhana dengan menggunakan simbol-simbol serta karakter yang mudah dikenal dan diingat serta dimengerti dengan cepat.
             g. Poster
              Poster dapat dibuat di atas kertas, kain, batang kayu, seng dan sebagainya. Poster tidak saja penting untuk menyampaikan pesan atau kesan tertentu akan tetapi mampu pula untuk mempengaruhi dan memotivasi tingkah laku orang yang melihatnya. Ciri-ciri poster yang baik adalah:
  •      Sederhana.
  •      menyajikan satu ide dan untuk mencapai satu tujuan pokok.
  •      Berwarna.
  •      slogan yang ringkas dan jitu.
  •      ulasannya jelas.
  •      motif dan desain bervariasi.
            h. Peta dan Globe
              Berfungsi untuk menyajikan data-data yang berhubungan dengan lokasi suatu daerah baik berupa keadaan alam, hasil bumi, hasil tambang atau lain sebagainya. Secara khusus petadan globe dapat memberikan informasi tentang:
  •      keadaan permukaan bumi, daratan, sungai, gunung, lautan dan bentuk daratan serta perairan lainnya.
  •       tempat-tempat serta arah dan jarak dengan tempat yang lain.
  •       data-data budaya dan kemasyarakatan.
  •       data-data ekonomi, hasil pertanian, industri dan perdagangan. 
            i. Papan planel
             Papan berlapis kain planel ini dapat berisi gambar atau huruf yang dapat ditempel dan dilepas sesuai kebutuhan, gambar atau huruf tadi dapat melekat pada kain planel karena di bagian bawahnya dilapisi kertas amplas. Papan planel merupakan media visual yang efektif dan mudah untuk menyampaikan pesan-pesan tertentu kepada sasaran tertentu pula.
            j. Papan Buletin.
              Papan ini tidak dilapisi oleh kain planel, tetapi langsung ditempeli gambar atau tulisan. Papan ini berfungsi untuk memberitahukan kejadian dalam waktu tertentu. Media visual lainnya seperti gambar, poster, sketsa atau diagram dapat dipakai sebagai bahan pembuatan papan buletin . 
    
      2. Media Audio
         Media audio adalah jenis media yang berhubungan dengan indera pendengaran. Pesan yang akan disampaikan dituangkan ke dalam lambang-lambang uaditif. Beberapa jenis media yang dapat digolongkan ke dalam media audio adalah sebagai berikut:
             a. Radio
               Media ini dapat merangsang partisipasi aktif dari pendengar. Siaran radio sangat cocok untuk mengajarkan musik dan bahasa. Bahkan radio juga dapat digunakan sebagai pemberi petunjuk mengenai apa yang harus dilakukan oleh guru atau siswa dalam pembelajaran.
             b. Alat perekam magnetik
               Alat perekam magnetik atau tape recorder adalah salah satu media yang memiliki peranan yang sangat penting dalam penyampaian keakuratan sebuah informasi. Melalui media ini kita dapat merekam audio, mengulangnya dan menghapusnya. Selain itu pita rekaman dapat diputar berulang-ulang tanpamempengaruhi volume, sehingga dapat menimbulkan berbagai kegiatan diskusi atau dramatisasi.
     3. Media Proyeksi Diam
         Beberapa media yang termasuk kedalam media proyeksi diam diantaranya adalah:
            a. Film Bingkai
             Film bingkai adalah suatu film positif baik hitam putih ataupun berwarna yang berukuran 35 mm, dan umumnya dibingkai dengan ukuran 2 x 2 inchi. Untuk melihatnya perlu ditayangkan dengan proyektor slide. Beberapa keuntungan penggunaan film bingkai sebagai media pembelajaran adalah:
  •       materi pelajaran yang sama dapat disebarkan kepada seluruh siswa secara serentak.
  •     Perhatian siswa dapat dipusatkan pada satu persoalan,sehingga dapat menghasilkan        keseragaman pengamatan.
  •       Fungsi berfikir siswa dirangsang dan dikembangkan secara bebas
  •       Penyimpanannya mudah dan praktis.
  •       Film bingkai dapat mengatasi keterbatasan ruang waktu dan indera.
  •       Program dapat dibuat dalam waktu singkat tergantung kebutuhan dan perencanaan.
          b. Film Rangkai
            Film rangkai hampir sama dengan film bingkai, bedanya pada film rangkai frame atau gambar tidak memerlukan bingkai dan merupakan rangkaian berurutan dari sebuah film atau gambar tertentu. Jumlah gambar pada 1 rol film rangkai adalah sekitar 50 sampai dengan 75 gambar dengan panjang kurang lebih 100 sampai dengan 130 cm tergantung pada isi film itu. Film rangkai dapat mempersatukan berbagai media pembelajaran yang berbeda dalam satu rangkai sehingga cocok untuk mengajarkan keterampilan, penyimpanannya mudah serta dapat digunakan untuk bahan belajar kelompok atau individu
         c. OHT
          Over Head Transparancy (OHT) adalah media visual proyeksi,dibuat di atas bahan transparan, biasanya film acetate atau plastik berukuran 8,5 x 11 inchi. Media ini memerlukan alat khusus untuk memproyeksikannya yang dikenal dengan sebutan Over Head Projector (OHP). Beberapa keuntungan penggunaan OHT sebagai media pembelajaran diantaranya adalah:
  •      gambar yang diproyeksikan lebih jelas bila dibandingkan jika digambarkan di papan tulis.
  •      ruangan tidak perlu digelapkan.
  •      sambil mengajar, guru dapat berhadapan dengan siswa.
  •      mudah dioperasikan sehingga tidak memerlukan bantuan operator.
  •      menghemat tenaga dan waktu karena dapat dipakai berulang-ulang.
  •      praktis dapat digunakan untuk semua ukuran kelas atau ruangan.
         d. Opaque Projektor
           Projektor yang tak tembus pandang, karena yang diproyeksikan bukan bahan transparan tetapi bahan-bahan yang tidak tembus pandang (opaque). Kelebihan media ini sebagai media pembelajaran adalah bahwa bahan cetak pada buku, majalah, oto, grafis, bagan atau diagram dapat diproyeksikan secara langsung tanpa dipindahkan ke permukaan transparansi terlebih dahulu. Kelebihan projektor tak tembus pandang adalah:
  •      dapat digunakan untuk hampir semua bidang studi yang ada di kurikulum.
  •     dapat memperbesar benda kecil menjadi sebesar papan sehingga bahan yang semula hanya untuk individu menjadi untuk seluruh kelas.
         e. Mikrofis
          Mikrofis adalah lembaran film transparan yang terdiri atas lambang-lambang visual yang diperkecil sedemikian sehingga tidak dapat dibaca dengan mata telanjang. Keuntungan dari media ini adalah sebagai berikut: 
  •      mudah diduplikasi dengan biaya relatif murah.
  •      dapat diproyeksikan ke layar lebar.
  •      karena dalam bentuk lembaran, ringkas, hemat tempat dan praktis untuk dikirim.
  •     memudahkan identifikasi informasi kepustakaan karena letaknya berada di bagian atas       lembaran.
     4. Media Proyeksi Gerak dan Audio Visual
         Beberapa jenis media yang masuk dalam kelompok ini adalah:
          a. Film gerak
        Film gerak merupakan sebuah media pembelajaran yang sangat menarik karena mampu mengungkapkan keindahan dan fakta bergerak dengan efek suara, gambar dan gerak, film juga dapat diputar berulang-ulang sesuai dengan kebutuhan. Selain itu,beberapa keunggulan film sebagai media pembelajaran adalah:
  •     keterampilan membaca atau menguasai penguasaan bahasa yang kurang bisa diatasi dengan menggunakan film.
  •      sangat tepat untuk menerangkan suatu proses.
  •     dapat menyajikan teori ataupun praktek dari yang bersifat umum ke yang bersifat khusus ataupun sebaliknya.
  •       film dapat mendatangkan seorang yang ahli dan memperdengarkan suaranya di depan kelas.
  •       film dapat lebih realistis, hal-hal yang abstrak dapat terlihat menjadi lebih jelas.
  •       film juga apat merangsang motivasi kegiatan siswa.
           b. Film gelang
              Film gelang atau film loop adalah jenis media yang terdiri atas film berukuran 8 mm dan 16 mm yang ujung-ujungnya saling bersambungan sehingga film ini akan berulang terus menerus jika tidak dimatikan. Kelebihan penggunaan media ini sebagai media pembelajaran adalah:
  •      ruangan tidak perlu digelapkan.
  •      dapat berputar terus berulang-ulang sehingga pengertian.
  •      yang kabur menjadi jelas.
  •      mudah diintegrasikan ke dalam pelajaran dan dipakai bersama dengan media lain.
  •      siswa juga dapat menggunakannya sendiri karena sederhana.
  •      film dapat dihentikan kapan saja untuk diselingi oleh penjelasan atau diskusi.
          c. Program TV
          Televisi merupakan media menarik dan modern karena merupakan bagian dari kebutuhan hidupnya. Televisi dapat menjadi sebuah media pembelajaran yang menarik dalam menyampaikan pesan-pesan pembelajaran secara audio visual dengan disertai unsur gerak.
          d. Video
          Pesan yang disajikan dalam media video dapat berupa fakta maupun fiktif, dapat bersifat informatif, edukatif maupun instruksional. Beberapa kelebihan penggunaan media video dalam pembelajaran adalah:
  •      dengan alat perekam video sejumlah besar penonton dapat memperoleh informasi dari para ahli.
  •    demonstrasi yang sulit dapat dipersiapkan dan direkam sebelumnya, sehingga pada waktu mengajar seorang guru dapat memusatkan perhatian pada penyajiannya.
  •      menghemat waktu karena rekaman dapat diputar ulang.
  •     dapat mengamati lebih dekat dengan objek yang berbahaya ataupun objek yang sedang bergerak.
  •      ruangan tidak perlu digelapkan pada saat penyajian
      5. Multimedia
         Vaughan (2004) menjelaskan bahwa multimedia adalah sembarang kombinasi yang terdiri atas teks, seni grafik, bunyi, animasi dan video yang diterima oleh pengguna melalui komputer. Sejalan dengan hal di atas, Heinich et al (2005) multimedia merupakan penggabungan atau pengintegrasian dua atau lebih format media yang berpadu seperti teks, grafik, animasi, dan video untuk membentuk aturan informasi ke dalam sistem komputer. Namun kelemahan dari media ini adalah harus didukung oleh peralatan memadai seperti LCD projektor dan adanya aliran listrik.
    Keuntungan penggunaan multimedia dalam pembelajaran diantaranya dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami suatu konsep abstrak dengan lebih mudah, selain itu juga penggunaan media komputer dalam bentuk multimedia dapat memberikan kesan yang positif kepada guru karena dapat membantu guru menjelaskan isi pelajaran kepada pelajar,menghemat waktu dan meningkatkan motivasi siswa dalam belajar.
      6. Benda
          Benda-benda yang ada disekitar dapat digunakan pula sebagai media pembelajaran, baik benda asli maupun benda tiruan atau miniatur. Benda-benda ini dapat membantu proses pembelajaran dengan baik terutama jika metode yang digunakan adalah metode demonstrasi atau praktek lapangan.

   MODEL-MODEL PEMBELAJARAN ABAD XXI

     
     APA DAN MENGAPA PEMBELAJARAN ABAD XXI
                     Apa dan mengapa pembelajaran abad 21 perlu menjadi referensi para guru sebagai pendidik professional yang kesehariannya bergelut dengan upaya memfasilitasi pembelajaran yang terbaik bagi peserta didik. Pembelajaran merupakan upaya memfasilitasi peserta didik untuk mengalami proses belajar sehingga peserta didik dapat mencapai tujuan pembelajaran. Pembelajaran abad 21 adalah upaya memfasilitasi peserta didik di abad 21 untuk mengalami pengalaman belajar terbaik sehingga mereka dapat mencapai tujuan pembelajaran secara efektif. Makna abad 21 melekat dengan kondisi peserta didik di abad ini. Pada hakikatnya proses pendidikan diadakan untuk memfasilitasi anak mencapai tujuan tertentu. Diantara tujuan yang ingin dicapai adalah perkembangan pribadi anak dan kompetensi yang disyaratkan. Dalam penyelenggaraan pendidikan nasional, tujuan pendidikan nasional diatur dalam UU sistem pendidikan nasional No. 20 tahun 2003 Bab II Pasal 3, yaitu:…bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
                  Tujuan pendidikan di atas (UUSPN No. 20/2003) mengarah pada pertumbuhan pribadi anak. Tujuan pendidikan ini merupakan tujuan jangka panjang, sedangkan tujuan jangka pendek tertuang dalam standar kompetensi lulusan untuk masing-masing jenjang pendidikan. Keberadaan tujuan-tujuan pendidikan tidak lepas dari kepentingan anak. Anak menjadi fokus utama penyelenggaraan pendidikan. Demikian halnya dengan tujuan pendidikan nasional. Tujuan pendidikan nasional ini bertumpu pada perkembangan pribadi anak sehingga anak mampu hidup dalam dunianya di masa depan. Hal ini menunjukkan bahwa tujuan pendidikan selalu dikaitkan dengan keberadaan anak dalam proses pendidikan dan masa depannya.
                 Pendidikan di zaman Belanda, kemerdeakaan, dan saat ini memiliki karakteristik yang khas sesuai dengan konteks yang ada pada saat itu. Demikian halnya pendidikan abad 21 itu memiliki karakteristik yang khas dan berbeda dengan abad sebelumnya. Apa yang membedakannya? Misal Tony Wagner dalam bukunya The Global Achievement Gap (2000) menyebutkan tujuh keterampilan yang harus dimiliki oleh para peserta didik di abad 21, yaitu: 
      1. Critical Thinking and Problem Solving
      2. Collaboration across Networks and Leading by Influence
      3. Agility and Adaptability
      4. Initiative and Entrepreneurialism
      5. Effective Oral and Written Communication
      6. Accessing and Analyzing Information
      7. Curiosity and Imagination
                 Keterampilan-keterampilan ini dinilai penting untuk dikuasai oleh anak untuk dapat hidup lebih baik di abad 21. Keterampilan ini dikaitkan dengan kondisi IPTEK, lingkungan (geografis, sosial, budaya, ekonomi), dan semakin ketatnya persaingan antar orang sedunia. Berdasarkan keterampilan yang harus dimiliki anak, pendidikan diarahkan supaya peserta didik dapat menguasai berbagai keterampilan yang dibutuhkan tersebut. Dengan demikian dapat dipahami bahwa pendidikan diselenggarakan supaya peserta didik mampu hidup di masa depan.
                  Jadi dapat disimpulkan bahwa mengapa pendidikan abad 21 ini penting bagi pendidikan di Indonesia saat ini, karena pendidikan diselenggarakan untuk memfasilitasi anak supaya mereka dapat hidup lebih baik di masa yang akan dating, baik dari sisi sosial, budaya, ekonomi, maupun dari sisi lingkungan hidup. Jika peserta didik dididik dengan situasi dan kondisi masa lalu, maka anak akan sangat bingung untuk menghadapi lingkungannya di masa depan.
      
       MODEL PEMBELAJARAN UNTUK ABAD XXI
                 
                 Model pembelajaran secara sederhana diartikan cara atau teknik memfasilitasi anak untuk belajar yang terbaik. Cara/teknik yang digunakan oleh seorang guru bergantung pada: 1) karakteristik peserta didik, 2) karakteristik kompetensi yang harus dikuasai oleh peserta didik, 3) daya dukung lingkungan belajar, termasuk ke dalam daya dukung adalah kemampuan guru dalam memfasilitasi pembelajaran anak. Model pembelajaran abad 21 merupakan cara/teknik yang digunakan guru untuk memfasilitasi pengaman belajar terbaik anak sesuai dengan kondisi anak, lingkungan belajar anak, dan daya dukung yang dimiliki. Untuk itu kita harus menguraikan apa yang menjadi karakteristik pembelajar abad 21 ini.
                  Pengkategorian karakteristik lainnya dikembangkan oleh http://www.education.alberta.ca yang mengidentifikasi karakteristik pembelajar abad 21 adalah: 1) sangat nyaman dengan globalisasi dan pengaruhnya terhadap bagaimana kita bekerja dan bersosialisasi. Mereka menampakkan sikap yang lebih santai dan terbuka terhadap lingkungan sosial yang dinamis di sekitarnya. 2) cenderung menunjukkan penerimaan dan toleransi yang tinggi terhadap orang lain. Mereka juga mengharapkan hal yang sama berupa keterbukaan, pilihan-pilihan, fleksibilitas baik di sekolah maupun di dunia kerja. 3) memiliki harapan yang tinggi terhadap relevansi dan makna kerja mereka. 4) memiliki hubungan yang erat dengan internet. 5) memiliki keterampilan belajar abad 21, yaitu: literasi dalam teknologi informasi dan komunikasi, kemampuan untuk berpikir dan memecahkan masalah, keterampilan interpersonal dan mengarahkan diri, kepedulian global, finansial, ekonomi, bisnis, dan melek kewarganegaraan. Dan 6) yang paling penting adalah bagaimana menjaga keberlanjutan belajar dalam kehidupan mereka Karakteristik pembelajar abad 21 ini menjadi penting untuk diketahui oleh para guru dan orang tua supaya dapat mengetahu bagaimana cara/teknik memfasilitasi pembelajarannya. 

     Cara/teknik pembelajaran yang digunakan untuk memfasilitasi pembelajaran abad 21 ini meliputi:
1) pembelajaran yang berpusat pada peserta didik,
2) multi interaksi dalam proses pendidikan,
3) lingkungan belajar yang lebih luas,
4) peserta didik aktif menyelidiki dalam proses belajar,
5) apa yang dipelajari kontekstual dengan anak,
6) pembelajaran berbasis tim,
7) objek yang dipelajari relevan dengan kebutuhan anak,
8) semua indera anak didayagunakan dalam proses belajar,
9) menggunakan multimedia (khususnya ICT),
10) hubungan guru dengan siswa adalah kerjasama untuk belajar bersama,
11) peserta didik belajar sesuai dengan kebutuhan individual, sehingga layanan pembelajaran lebih individual juga,
12) kesadaran jamak (bukan individual),
13) multi displin,
14) otonomi dan kepercayaan,
15) mengembangkan pemikiran kreatif dan kritis,
16) guru dan siswa sama-sama saling belajar.
(Sumber: dikembangkan dari “Paradigma Pendidikan Abad 21”, BSNP, 2010).
      Joyce, Weil, & Calhoun (2009-Edisi kedelapan) dalam bukunya Model of Teaching mengemukakan empat kelompok model pengajaran, yaitu kelompok: 1) model yang memproses informasi, 2) model interaksi sosial, 3) model pengajaran personal, 4) model sistem-sistem perilaku.
   
    Referensi :
    Ardiansyah, Rifky.Pemanfaatan Media Pembelajaran. [online]. Tersedia :
    Cleophas, Frans. (2011). Penggunaan Media Pembelajaran Yang Tepat Dapat 
    Hamalik, Oemar. (2007). Manajemen Pelatihan Ketenagakerjaan: Pendekatan
    Terpadu Pengembangan Sumber Daya Manusia. Jakarta: Bumi Aksara.
    Kuswanto, Goto. (2012). Pemanfaatan Media Pembelajaran untuk Meningkatkan
    Efektivitas Diklat oleh Widyaiswara. [Online]. Tersedia: http://diklatbanyumas.blogspot.com/2012/03/pemanfaatan-media-pembelajaran-untuk.html [10 Mei 2019].
    Sadiman, Arief S. (dkk). (2009). Media Pendidikan : Pengertian, Pegembangan dan Pemanfaatannya. Jakarta : Raja Grafindo Persada.
  Supriatna, Dadang. (2009). Pengenalan Media Pembelajaran. Pusat Pengembangan Dan Pemberdayaan  Pendidik DanTenaga Kependidikan Taman Kanak KanakDan Pendidikan Luar Biasa. 
 . (2012). Pengertian Media Pembelajaran. [Online]. Tersedia: http://belajarpsikologi.com/pengertian-media-pembelajaran/   [10 Mei 2019].





Comments

Popular posts from this blog

MAKALAH KECERDASAN BUATAN - APLIKASI PENGENALAN KARAKTER